Category: HEALTHY LIFE



Kolesterol adalah sejenis lemak dalam darah yang cukup berbahaya kalau jumlah melebihi 150 mg persen. Tinggi rendahnya kolesterol antara lain disebabkan oleh makanan yang kita santap. Karena selain dihasilkan tubuh kolesterol juga didapat dari makanan sehari hari.

Mengapa kolesterol yang ketinggian, berbahaya bagi kesehatan? Karena kelebihan kolesterol akan mengendap pada dinding pembuluh darah. Penumpukan yang terus menerus, mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Makanan yang mengandung kolesterol tinggi adalah otak, hati sapi, jeroan, lemak hewan, daging berlemak, dan kuning telur.

Mereka yang kandungan kolesterolnya sudah terlanjur tinggi, hanya boleh menyantap 300 mg makanan yang mengandung kolesterol. Karena itu harus berhati hati dalam memilih makanan. Otak, misalnya kandungan kolesterolnya 2.300 mg per 100 gram otak. Seratus gram hati sapi mengandung 320 mg kolesterol sedang udang dengan berat yang sama mengandung 150 mg kolesterol.

Selain menjaga asupan makanan, cara memasak/mengolah bahan makanan pun harus tepat agar kita tidak memasukkan kolesterol juga. Misal, membuat makanan dengan cara dikukus atau dibakar yang tidak menggunakan minyak karena minyak tertentu (lemak jenuh) bisa meningkatkan kolesterol. Jadi, kalaupun harus digoreng, gunakan lemak jenuh ganda. Misal, minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak biji kapas.

Saran pemilihan makanan, antara lain : ikan, ayam, tahu, tempe, sayur mayur, dan buah buahan seperti jeruk, apel, pepaya dan tomat. Menambahkan bawang putih kedalam masakan anda sebanyak mungkin juga sangat dianjurkan. Konsumsi bawang putih tersebut jangan ditinggalkan. Karena bawang putih mengandung senyawa sulfur dan alisin yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol di samping menurunkan kadar lemak yang diproduksi hati. (Majalah Saji)

Level kolesterol bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol dalam darah Anda sangat tinggi, perbanyaklah konsumsi tiga makanan ini.

1. Sayur dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak serat yang bisa membantu menurunkan kolesterol. Serat bisa memperlambat pencernaan, yang bisa mengurangi penyerapan beberapa nutrisi, seperti pati dan gula. Serat larut ini juga mengurangi penyerapan kolesterol dalam usus dan dampaknya bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Menurut University of Maryland Medical Center, menambahkan serat larut dalam diet dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat.

2. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan kaya akan lemak tak jenuh, yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Makanlah segenggam kacang setiap hari untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Anda bisa mengonsumsi kenari, kacang tanah, almond, kedelai atau kacang hijau. Tetapi ingat, kacang-kacangan juga tinggi kalori. Makanlah secukupnya dan jangan berlebihan. Pilih juga kacang segar yang diolah tanpa minyak.

3. Asam lemak omega 3
Asam lemak omega 3  adalah asam lemak esensial, yang sangat penting bagi kesehatan. Tetapi, tubuh tidak bisa memproduksi nutrisi ini sendiri, sehingga Anda harus mendapatkannya melalui makanan. Ikan, seperti salmon, tuna, makarel, kaya akan asam lemak. Sumber lain asam lemak omega-3 yaitu rumput laut dan avokad.(vivanews.com)


Iklan

Pernahkah anda mengalami keracunan makanan ? mudah mudahan saja belum pernah dan tak akan pernah. Bagi anda yang pernah mengalaminya artinya kita punya pengalaman yang sama.  Saya juga pernah mengalami keracunan makanan. Setelah makan dengan lauk ikan tongkol asam padeh, muka saya menjadi merah seperti udang rebus, dan terasa tebal. Kepala saya jadi pusing. Saya panik karena saat itu saya sendirian di rumah.

Untunglah tetangga yang merupakan tenaga kesehatan sedang ada di rumah. Dia memberikan saya obat  ctm, kemudian saya tidur. Setelah bangun keadaan saya jadi jauh lebih baik. Mungkin saya hanya keracunan ringan atau sekedar alergi, saya tidak tahu. Yang jelas sejak saat itu saya trauma makan ikan tongkol. Saya membayangkan seandainya saat itu tetangga saya sedang bekerja, apa yang harus saya lakukan. Karena itu saya jadi banyak membaca perihal penanggulangan keracunan. Terutama keracunan makanan.

Penanggulangan keracunan ini perlu di ketahui  karena keracunan bisa terjadi  kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja .Dengan mengetahui apa yang harus kita lakukan pada orang yang terkena keracunan maka kita dapat mencegah keracunan yang lebih parah atau berat pada seseorang.

Keracunan adalah masuknya zat ke dalam tubuh kita yg dapat mengganggu kesehatan

Ada beberapa tanda atau gejala yang menunjukkan kalau seseorang telah keracunan makanan/minuman, antara lain :

–          perut mual tapi sulit sekali untuk muntah

–          Diare

–          Nyeri perut, Kepala dan demam

–          Dehidrasi

–          pada kondisi keracunan yang parah dari  mulut penderita keluar seperti busa.  Biasanya gejala gejala tersebut nampak beberapa saat setelah kita makan atau minum sesuatu.

Untuk mengatasi keadaan tersebut dapat kita lakukan upaya upaya sebagai pertolongan pertama.

Pertolongan Pertama Pada Keracunan Makanan :

–          Berikan air kelapa muda karena air kelapa muda telah terbukti memiliki khasiat sebagai penawar dan pengurai zat racun ,

–          jika tidak ada berikan susu atau air putih sebanyak banyaknya.  Pemberian cairan dalam jumlah yang banyak adalah untuk mengencerkan racun yang ada dalam lambung sekaligus menghalangi penyerapannya

–          Dapat juga di berikan norit dengan dosis 3 – 4 tablet selama 3 kali berturur turut setiap jamnya.

–          Kemudian jika penderita dalam kondisi sadar, usahakanlah agar dia memuntahkan kembali makanan/ minuman yang telah ditelannya. Hal ini efektif bila dilakukan dalam 4 jam setelah racun ditelan. Dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu dengan merangsang dinding faring dengan jari atau meminta penderita untuk berbaring tengkurap, dengan kepala lebih rendah daripada bagian dada.

–          Apabila dalam beberapa jam keadaannya tidak membaik ataupun  penderita dalam keadaan pingsan, segera bawa ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Kita sering menyaksikan berita berita di televisi tentang keracunan massal. Karena itu sudah seharusnya kita lebih waspada dalam memilih makanan. Konsumsilah makanan dari bahan yang segar. Masaklah dengan cara yang benar, dan selalu cuci bersih tangan anda sebelum dan sesudah mengolah makanan.  Kita perlu tahu bahwa segala macam bahan makanan pada umumnya merupakan media yang sesuai untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Akibat ulah mikroorganisme, bahan makanan membusuk dan mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kandungan nutrisi makanan tersebut.

Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil terhadap panas; aflatoksin/toksoflavin seperti pada kasus keracunan tempe bongkrek.

Keracunan makanan oleh eksotoksin dapat terjadi karena makanan nonasam dalam kaleng (sayuran, buah-buahan, daging) yang diproses kurang sempurna sehingga bakteri Clostridium botulinum atau sporanya masih dapat tumbuh. Gejala klinis keracunan makanan oleh eksotoksin antara lain muntah, penglihatan ganda, kelumpuhan otot, terkadang diare, sakit perut, nyeri otot, pupil membesar, sukar menelan, dan lemah. Gejala ini timbul dalam waktu 8 jam sampai 8 hari.

Pada kasus saya yang terkena keracunan setelah mengkonsumsi ikan tongkol, menurut artikel artiikel yang telah saya baca, disebabkan karena ikan tongkol adalah salah satu jenis ikan yang mengandung histaminn

Histamin merupakan senyawa turunan dari asam amino histidin yang banyak terdapat pada ikan. Asam amino ini merupakan salah satu dari sepuluh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh anak-anak dan bayi tetapi bukan asam amino esensial bagi orang dewasa. Di dalam tubuh kita, histamin memiliki efek psikoaktif dan vasoaktif. Efek psikoaktif menyerang sistem saraf transmiter manusia, sedangkan efek vasoaktif-nya menyerang sistem vaskular. Pada orang-orang yang peka, histamin dapat menyebabkan migren dan meningkatkan tekanan darah.

Histamin tidak membahayakan jika dikonsumsi dalam jumlah yang rendah, yaitu 8 mg/ 100 gr ikan. Keracunan ini biasanya akan timbul karena tingginya kadar histamin yang terdapat pada ikan yang kita konsumsi. Menurut FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat, keracunan histamin akan berbahaya jika seseorang mengkonsumsi ikan dengan kandungan histamin 50 mg/100 gr ikan. Sedangkan kandungan histamin sebesar 20 mg/ 100 gr ikan, terjadi karena penanganan ikan yang tidak hiegenis.

Keracunan histamin, terjadi jika jaringan ikan yang rusak setelah ditangkap, menghasilkan histamin dalam jumlah yang besar. Jika dimakan, histamin akan segera menyebabkan kemerahan di muka. Juga bisa timbul mual, muntah, nyeri perut dan kaligata (urtikaria) yang terjadi beberapa menit setelah makan ikan tersebut. Gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung kurang dari 24 jam

Langkah yang paling tepat untuk mencegah keracunan histamin adalah dengan cara memilih dan mengkonsumsi ikan yang masih segar dan bermutu baik. Selain itu perhatikan pula cara penanganan ikan secara tepat dan benar sehingga kemungkinan besar bahayanya dapat dihindari.


Gara gara menemani anakku Adel nonton koki cilik di Trans 7 jadi penasaran sama plastik. Disana di jelasin jenis plastik yang boleh di pakai berulang ulang dan yang hanya boleh sekali pakai.  Tapi infonya masih tidak jelas, sehingga aku browsing dan ketemu artikel di bawah ini. Ternyata ada  plastik yang aku gunakan termasuk jenis plastik yang hanya boleh sekali pakai.

Silahkan deh di baca sendiri artikelnya.

Bagaimana Mengenali Kemasan Plastik dengan Baik?

Perlu kita ketahui bersama bahwa secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

untitled1 1. PET — Polyethylene Terephthalate

Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Dijawab oleh artikel ini: Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)

Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan.

Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

untitled2 2. HDPE — High Density Polyethylene

  • Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu,  galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.
  • HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
  • HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
  • Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu

untitled3 3. V — Polyvinyl Chloride

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.

  • Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
  • PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.
  • Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
  • Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

untitled4 4. LDPE — Low Density Polyethylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

  • Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
  • Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
  • Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

untitled5 5. PP — Polypropylene

Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

  • Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap


untitled5 5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

untitled6 6 . PS — Polystyrene

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS
– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.

  • PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
  • Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
  • Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
  • Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
  • Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

untitled71 7. OTHER

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER– Other (SAN – styrene acrylonitrile, ABS – acrylonitrile butadiene styrene, PC – polycarbonate, Nylon)

  • PC – Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.  Polycarbonate dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
  • SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.
  • Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
  • SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?

Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

Tips

  1. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, polyethylene, atau polypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, atau polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
  2. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
  3. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
  4. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
  5. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.
  6. Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman
  7. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.
  8. Terapkan, sebarkan dan ajaklah setiap orang di lingkungan rumah, kantor, sekolah, kampus, dan di manapun untuk mengetahui informasi ini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Ajukan kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan berkenaan dengan plastik ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bupati Wakatobi, Ir Hugua, dalam rangka penyelamatan ekosistem laut di Kepulauan Wakatobi. Sebagaimana diketahui, Kepulauan Wakatobi memiliki ekosistem terumbu karang terbanyak dan terbaik di dunia pada saat ini.

Apakah Plastik Itu?

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu, kita hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A.

Bisphenol A adalah perusak hormone. Berbagai penelitian telah menghubungkan Bisphenol-A dengan dosis rendah dengan beberapa dampak terhadap kesehatan, seperti perubahan permanen pada organ kemaluan, meningkatkan kadar prostat, penurunan kandungan hormon testoteron, memungkinkan terjadinya kanker payudara, sel prostat menjadi lebih sensitif terhadap hormon dan kanker, dan membuat seseorang menjadi hiperaktif.

Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi. University of Missouri telah melakukan tes laboratorium mengenai penggunaan Bisphenol-A pada botol susu bayi dan menemukan bahwa Bisphenol-A pada produk botol susu bayi plastik dari 5 merek terkemuka di Amerika, sangat berpotensi untuk ikut larut dalam cairan. Menurut laporan ini, kelima merk botol susu bayi yang masih dipersoalkan adalah Avent, Dr. Brown’s, Evenflo, Gerber dan Playtex.

Plastik sendiri dikonsumsi sekitar 100 juta ton/tahun di seluruh dunia. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dibagikan menjadi dua macam berdasarkan sifatnya bila dipanaskan, yaitu tipe cokelat (nama ilmiahnya: thermoplastic) dan tipe biskuit (nama ilmiahnya: thermosetting). Maksud dari tipe cokelat adalah plastik yang melunak bila dipanaskan, sedangkan tipe biskuit adalah plastik yang apabila telah mengeras akan tetap keras walaupun terus dipanaskan. Plastik yang berbahan baku minyak termasuk dalam golongan plastik tipe cokelat.

Bagaimana Dampak Penggunaan Plastik terhadap Kesehatan?

Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan.
Bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.
Bahan pelembut lain yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang terbuat dari plastik. Pembakaran plastik ini dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.

Bahan pelembut ESBO (epoxidized soybean oil) juga biasa digunakan sebagai insektisida. Sejauh ini, bahaya bahan pelembut ini bagi kesehatan manusia belum ada/dalam penelitian. Sedangkan bagi lingkungan, ESBO mampu membunuh zooplankton, dan hal ini berakibat pada terganggunya rantai makanan hewan-hewan laut. Hal tersebut pun akan berdampak pada terganggunya sumber protein, khususnya ikan, bagi manusia.

Sumber : –  http://beritahabitat.net/  dan   http://d132a.wordpress.com/